Senin, 05 September 2016

UMROH MURAH JANUARI 2017 SOLO JEDDAH TANPA TRANSIT DI NEGARA LAIN


UMROH REGULER 9 HARI PLUS ZIARAH ISLAMI DAN CITY TOUR JEDDAH

BY LION AIR 
START SOLO - JEDDAH (TANPA TRANSIT DI NEGARA LAIN)
18 JANUARI 2017

HOTEL MADINAH : MUBARAK AL MASSI/GLORIA/ELAF TAIBA *4
HOTEL MEKKAH  : FAJAR BADEEYA *3

BIAYA : Rp. 23.500.000 ALL IN START SOLO ADI SUMARMO (PP)




Mau paket umroh yang lebih nyaman? klik disini!

Rabu, 27 Juli 2016

UMROH JANUARI 2017 GARUDA SOLO JEDDAH TANPA TRANSIT DI NEGARA LAIN

UMROH REGULER 9 HARI PLUS ZIARAH ISLAMI DAN CITY TOUR

BY GARUDA INDONESIA 
START SOLO - JEDDAH (TANPA TRANSIT DI NEGARA LAIN)
18 JANUARI 2017

HOTEL MADINAH : MUBARAK AL MASSI/GLORIA/ELAF TAIBA *4
HOTEL MEKKAH  : PULLMAN/MOVENPICK *5

BIAYA : Rp. 29.500.000 ALL IN START SOLO
Mau paket umroh dengan harga yang lebih terjangkau? klik disini!
 

Minggu, 24 Juli 2016

HUBUNGAN ANTARA KA’BAH KIBLAT DAN KIAMAT

HUBUNGAN ANTARA KA'BAH - KIBLAT - KIAMAT



Matahari Sejajar dengan Ka’bah
Para astronom mengatakan fenomena angkasa yang disebut “zero-shadow”itu terjadi dua kali setiap tahun di Masjidil Haram karena lokasinya berada di antara Khatulistiwa dan garis lintang tropik utara (garis 23,5 derajat lu) Selain setiap 28 Mei, fenomena alam itu terjadi setiap 16 Juli setiap tahun.Karena kemiringan sumbu bumi, matahari bergerak ke arah 23,5 derajat utara dan selatan ekuator.
Sinar matahari jatuh tepat di atas tempat-tempat yang berada di atas garis khatulistiwa selama terjadinya equinox (waktu matahari di atas katulistiwa dimana siang dan malam sama lamanya), dan bergerak ke arah garis lintang tropik utara dan kemudian bergerak lagi ke arah selatan.Perhimpunan itu telah menyarankan masyarakat untuk menghindari melihat langsung ke matahari dengan mata telanjang meskipun untuk waktu yang sangat singkat. Ka’bah akan kehilangan bayang-bayangnya dalam beberapa saat yang cukup singkat.
Dalam setahun, Matahari akan bergerak semu dari posisi 23,5 Lintang Selatan (LS) ke 23,5Lintang Utara (LU) dan sebaliknya. Akibat gerak semu ini, pada tanggal tertentu Matahari akan tepat berada di atas suatu bangunan atau kota yang posisinya berada di antara 23,5 Lintang Selatan ke 23,5 LU.
 Keajaiban Ka'bah yang Disembunyikan Media Internasional
 
Contoh hal ini adalah saat Matahari tepat berada di atas Ka’bah, yang merupakan arah pusat kiblat bagiumat Islam. Mengingat posisi Ka’bah berada di 21 25’ 21LU dan 39 49’ 34 BT, dalam setahun Matahari akan tepat berada di atas Ka’bah sebanyak dua kali, INILAH HUBUNGAN ANTARA KA’BAH KIBLAT DAN KIAMAT
 
“Sesungguhnya kota ini, Allah telah memuliakannya pada hari penciptaan langit dan bumi. Ia adalah kota suci dengan dasar kemuliaan yang Allah tetapkan sampai hari Kiamat ” (HR al Bukhari, no. 3189; Muslim, 9/128, no. 3289, dan lainnya.)
 
Kita Kadang bertanya kenapa sholat wajib menghadap kiblat? trus kenapa berdoa di sekitar area Ka’bah lebih Abdol atau di ijabah.? karena rumah ibadah yang pertama diberkahi oleh Allah SWT adalah Ka’bah.
  • Ketika mempelajari Kaidah Tangan Kanan (Hukum Alam), bahwa putaran energi kalau bergerak berlawanan dengan arah jarum jam, maka arah energi akan naik ke atas akan naik ke atas. Arah ditunjukkan arah 4 jari, dan arah ke atas ditunjukkan oleh Arah Jempol.

Gejala penyimpangan magnet jarum di sekitar arus listrik membuktikan bahwa arus listrik dapat menghasilkan medan magnet.

Medan magnet yang ditimbulkan arus listrik dapat diterangkan melalui aturan atau kaidah berikut. Anggaplah suatu peng- hantar berarus listrik digenggam tangan kanan. Jika arus listrik searah ibu jari, arah medan magnet yang timbul searah keempat jari yang menggenggam. Kaidah yang demikian disebut kaidah tangan kanan menggenggam.

  • Dengan pola ibadah thawaf dimana bergerak dengan jalan berputar harus berlawanan jarum jam, ini menimbulkan pertanyaan, kenapa tidak boleh terbalik arah, searah jarum jam misalnya.
  • Kenapa Solat harus menghadap Kiblat, termasuk dianjurkan berdoa dan pemakaman menghadap Kiblat
  • Kenapa Solat Di Masjidil Haram menurut Hadist nilainya 100.000 kali dari di tempat sendiri.
  • Singgasana Tuhan ada di Langit Tertinggi

 





Rabu, 04 Mei 2016

Tempat Mustajab di Mekkah dan Madinah


Kesempatan pergi umroh & haji tentu tidak disia-siakan bagi para jamaah, terutama untuk berdoa sebanyak-banyaknya di tanah suci. Selain berdoa untuk diri sendiri, biasanya para jamaah juga dititipi doa oleh keluarga, kerabat dan rekan-rekan di tanah air. Kenapa? karena berdoa di tempat-tempat tertentu di tanah suci diyakini akan dikabulkan oleh Allah. Agar doa terkabul jangan lupa lakukan doa di tempat mustajab di Mekkah dan Madinah, antara lain di Mekkah :
  1. Di Multazam
Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda : "Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Tidak ada satu pun doa seorang hamba di Multazam kecuali akan dikabulkan”. (HR. Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad Jilid V, hal. 347)
  1. Di Bawah Pancuran / Talang Emas / Hijir Ismail
Diceritakan dalam kitab Fi Rihaabil Baitil Haram bahwa suatu hari Nabi Ismail menyampaikan keluhan kepada Allah SWT tentang panasnya kota Mekkah kemudian Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Ismail AS, “Sekarang Aku buka Hijirmu salah satu pintu surge yang dari pintu itu keluar hawa dingin untuk kamu sampai hari kiamat nanti”.
Tempat yang terletak antara rukun syamin dan rukun Iraqi ini dipercaya menjadi salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Disinilah Nabi Ismail AS pernah tinggal bersama ibunya Siti Hajar dan keduanya pun dimakamkan di tempat ini. Hijir Ismail dipagari oleh tembok rendah yang disebut juga dengan Al-Hatim berbentuk setengah lingkaran dan merupakan bagian dari Ka’bah.
  1. Di Shafa dan Marwah
Diriwayatkan dari Jabir Abdullah bahwa Rasulullah saw pergi menuju Shafa hingga melihat Ka’bah lalu mengucapkan kalimat tauhid, tahmid dan takbir sebanyak tiga kali kemudian berdoa sesuai dengan apa yang beliau kehendaki. (HR. An Nasa’I dalam Kitab Manasik Al Hajj, Jilid V hal. 241)
  1. Di belakang Maqam Ibrahim
Dalam kitab Qadhaya al mar’ah fi al hajj wa al umrah, Dr ‘Ablah Muhammad Al Kahlawi menuliskan bahwa “Di antara keutamaan Maqam Ibrahim ialah dikabulkannya setiap doa yang dipanjatkan disana”.

Terdapat juga sebuah tempat di Madinah yang merupakan bagian dari Masjid Nabawi dengan julukan Taman Surga, tempat ini disebut dengan Ar Raudhah. 

Ar Raudhah adalah ruang diantara mimbar dan makam Rasulullah SAW. Keutamaan Raudhah tergambar dalam hadist berikut, “Tempat antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surge”. (HR. Muslim)

Kamis, 31 Maret 2016

UMROH RAMADHAN 2016 SOLO GARUDA




UMROH RAMADHAN
By GARUDA (Solo-Jakarta-Jeddah PP)


PAKET RAMADHAN BINTANG 5
Berangkat 8 Juni 2016
Hotel Makkah  : Grand Zamzam *5
Hotel Madinah : Al Haram *5
Harga hanya   : 33,6 Juta (START SOLO PP)

PAKET NUZULUL QURAN BINTANG 5
Berangkat 15 Juni 2016
Hotel Makkah  : Grand Zamzam *5
Hotel Madinah : Al Haram *5
Harga hanya   : 34,6 Juta (START SOLO PP)

PAKET NUZULUL QURAN BINTANG *3
Berangkat 15 Juni 2016
Hotel Makkah  : Fajr Al Badi / Reyadah *3
Hotel Madinah : Anshar Al Masi *4
Harga hanya   : 31,7 Juta (START SOLO PP)

Bimbingan ibadah umroh menggunakan APS (Alat Penerima Suara), setiap jamaah dibagikan APS (seperti earphone) dan bimbingan ibadah akan disampaikan secara langsung melalui APS tersebut dengan jelas.

InshaAllah ibadah menjadi lebih khusyuk.

Sudah termasuk biaya perlengkapan & handling.          

Rabu, 30 Maret 2016

KEUTAMAAN UMROH BULAN RAMADHAN

Keistimewaan Umroh di Bulan Ramadhan 

Bulan ramadhan sebentar lagi tiba, semoga allah masih memberikan kesempatan kepada kita semua untuk berjumpa kembali dengan bulan penuh rahmat dan ampunan tahun ini amin.  Seperti kita ketahui, bulan ramadhan adalah bulan yang penuh keistimewaan, di bulan ramadhan di setiap amal baik yang kita kerjakan akan mendapatkan nilai yang lebih pahala istimewa dibandingkan dengan bulan lainya. Dan salah satunya adalah dengan menjalankan ibadah umroh.

 

Umroh adalah salah satu bentuk ibadah yang memiliki keistimewaan, apalagi jika kita menjalankannya di bulan Ramadhan, keistimewaanya akan lebih bertambah. Seperti kita ketahui, umroh memang berbeda dengan ibadah haji, begitu pula dengan pahala umroh tidaklah sama dengan pahala ibadah haji. Namun dalam bulan Ramadhan, terdapat satu pengecualian.

Seperti Diriwayatkan dalam Shahihain, dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda kepada seorang wanita Anshar, “Apa yang menghalangimu untuk ikut berhaji bersama kami?” Ia menjawab, “Kami tidak memiliki kendaraan kecuali dua ekor unta yang dipakai untuk mengairi tanaman. Bapak dan anaknya berangkat haji dengan satu ekor unta dan meninggalkan satu ekor lagi untuk kami yang digunakan untuk mengairi tanaman.” Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Maka apabila datang Ramadhan, berumrahlah. Karena sesungguhnya umrah di dalamnya menyamai ibadah haji.” Dalam riwayat lain, “Seperti haji bersamaku.”

Para ulama berbeda pendapat tentang siapa yang akan mendapatkan keutaman umroh di bulan Ramadhan sebagaimana yang disebutkan dalam hadits tersebut.

  • Keutamaan dalam hadits ini hanya khusus untuk wanita yang diajak bicara oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tersebut
  • Keutamaan umrah ini bagi orang yang berniat haji lalu tidak mampu mengerjakannya. Kemudian ia menggantinya dengan umrah di bulan Ramadhan. Sehingga ia mendapat pahala haji secara sempurna bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam karena terkumpul dalam dirinya niat haji dalam pelaksanaan umrah. Salah satu ulama yang berpendapat seperti ini adalah imam Ibnu Katsir
  • Keutamaan umroh ini adalah bagi semua orang yang berumroh di bulan Ramadhan, tidak khusus bagi orang tertentu atau dalam kondisi tertentu. Ini  adalah pendapat ulama mayoritas ulama, termasuk di dalamnya ulama empat madzab. Dan insya Allah ini adalah pendapat yang paling benar
Namun yang perlu diperhatikan, bahwa ibadah umroh di bulan ramadhan dengan keutamaanya yang menyamai ibadah haji, tetaplah tidak sama dengan ibadah haji. Dengan kata lain, umroh di bulan Ramadhan, meskipun mendapatkan pahala menyamai ibadah haji, akan tetapi tetap tidak menggugurkan kewajiban ibadah haji bagi mereka yang mampu.

Maksud dari hadits tersebut diatas adalah penyamaan pahala, bukan penyamaan dalam pelaksanaan perintah. Jadi, samanya di sini adalah kadar pahala antara umrah di Ramadhan dan pahala haji. Bukan dari jenis dan bentuknya. Dan tidak diragukan lagi bahwa haji lebih utama daripada  umrah ditinjau dari jenis amal. Wallahu A’lam

Selasa, 29 Maret 2016

Sejarah Masjidil Haram

" Sesungguhnya rumah yang mula-mula di bangunkan untuk tempat beribadat manusia ialah Baitullah yang terletak di Makkah ” QS Ali Imran, ayat 96.


Sejarah Ka'bah
 
Ka’bah adalah bangunan suci Muslimin yang terletak di kota Mekkah di dalam Masjidil Haram. ia merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah solat bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain itu,ia merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi ketika musim haji dan umrah.

Ka’bah berbentuk bangunan kubus yang berukuran 12 x 10 x 15 meter . Ka’bah disebut juga dengan nama Baitallah atau Baitul Atiq (rumah tua) yang dibangunkan pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail setelah Nabi Ismail berada di Mekkah atas perintah Allah.
Kalau kita membaca Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 37 yang berbunyi “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan solat, maka jadikanlah hati sebahagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezeki mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur”,
Ka’bah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim AS menempatkan isterinya Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut. Jadi Ka’bah telah ada sebelum Nabi Ibrahim.

Ketika Nabi saw berusia 30 tahun,saat itu beliau belum diangkat menjadi rasul.Bangunan ini dibina kembali akibat banjir yang melanda kota Mekkah pada ketika itu. Sempat terjadi perselisihan faham antara ketua suku atau kabilah ketika hendak meletakkan kembali Hajar Aswad.Namun berkat hikmah Rasulullah, perselisihan itu berjaya diselesaikan tanpa kekerasan dan pertumpahan darah.

Pada zaman Jahiliyyah sebelum diangkatnya Rasulullah saw menjadi Nabi sampai perpindahannya ke kota Madinah, ka’bah penuh dikelilingi dengan patung - patung yang merupakan Tuhan bangsa Arab padahal Nabi Ibrahim as yang merupakan nenek moyang bangsa Arab mengajarkan tidak boleh mempersekutukan Allah, tidak boleh menyembah Tuhan selain Allah yang satu, tidak ada yang menyerupaiNya dan tidak beranak dan diperanakkan.

Setelah pembebasan kota Makkah, Ka’bah akhirnya dibersihkan dari patung - patung tanpa kekerasan dan tanpa pertumpahan darah.

Selepas itu, bangunan ini diuruskan dan dipelihara oleh Bani Sya’ibah sebagai pemegang kunci ka’bah dan pemerintahan serta pelayaran haji diatur oleh pemerintahan yang adil iaitu pemerintahan khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Muawwiyah bin Abu Sufyan, Dinasti Ummayyah, Dinasti Abbasiyyah, dan Dinasti Usmaniyah Turki.

Pada zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as, Stuktur asa bangunan Ka’bah terdiri atas dua pintu dan pintunya terletak diatas tanah, tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak tinggi. Namun ketika Renovasi Ka’bah akibat bencana banjir ketika Rasulullah saw berusia 30 tahun,bangunan ka’bah dibuat hanya satu pintu serta ada bahagian ka’bah yang tidak dimasukkan ke dalam bangunan ka’bah yang dinamakan Hijir Ismail (lihat gambar)yang diberi tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi ka’bah.Ketika itu pintunya dibuat tinggi letaknya supaya hanya suku Quraisy yang boleh memasukinya.
 

Hajar Aswad

Hajar Aswad merupakan batu yang dalam agama Islam dipercayai berasal dari syurga. Yang pertama kali meletakkan Hajar Aswad adalah Nabi Ibrahim as. Dahulu kala batu ini
memiliki sinar yang terang dan dapat menerangi seluruh jazirah Arab. Namun semakin lama sinarnya semangkin malap dan hingga akhirnya sekarang berwarna hitam. Batu ini memiliki aroma wangi yang unik.Sehingga kini,batu Hajar Aswad tersebut diletakkan di sisi luar Ka’bah sehingga mudah bagi seseorang untuk menciumnya.Mencium Hajar Aswad adalah Sunnah Nabi Muhammad S.A.W


Pada awal tahun gajah, Abrahan Alasyram penguasa Yaman yang berasal dari Habsyah atau Ethiopia, membangunkan gereja besar bertujuan untuk menghancurkan Ka’bah dan memindahkan Hajar Aswad supaya dapat mengikat bangsa Arab untuk melakukan Haji ke Sana. Abrahah kemudian mengeluarkan perintah supaya penyerangan terhadap Mekkah dan dipimpin olehnya dengan pasukan gajah untuk menghancurkan Ka’bah. Beberapa suku Arab menghalang pasukan Abrahah, tetapi pasukan gajah tidak dapat dikalahkan.

Abrahah telah mengirimkan utusan kepada penduduk kota Mekkah bahawa mereka tidak akan bertempur dengan jika mereka tidak menghalang penghancuran Ka’bah. Abdul Muthalib,ketua suku Quraisy, mengatakan bahawa ia akan mempertahankan hak-hak miliknya, tetapi Allah akan mempertahankan rumah-Nya, Ka’bah.Hari berikutnya, ketika Abrahah bersiap untuk masuk ke dalam kota,kelihatan burung-burung yang membawa batu-batu kecil dan melemparkannya ke pasukan Ethiopia.Kesannya semua orang telah terbunuh.Kejadian ini diabadikan Allah dalam surah Al-Fill.

Makam Ibrahim

Makam Ibrahim bukan kubur Nabi Ibrahim sebagaimana banyak orang berpendapat. Makam Ibrahim merupakan bangunan kecil terletak di sebelah timur Ka’bah. Di dalam bangunan tersebut terdapat batu yang diturunkan oleh Allah dari syurga bersama-sama dengan Hajar Aswad. Di atas batu itu Nabi Ibrahim berdiri di saat beliau membangun Ka’bah bersama sama puteranya Nabi Ismail. Dari zaman dahulu batu itu sangat terpelihara, dan sekarang ini sudah ditutup dengan kaca berbentuk kubbah kecil. Bekas kedua tapak kaki Nabi Ibrahim yang panjangnya 27 cm, lebarnya 14 cm dan dalamnya 10 cm masih nampak dan jelas dilihat orang ramai.


Multazam

Multazam terletak antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah berjarak kurang lebih 2 meter. Dinamakan Multazam kerana dilazimkan bagi setiap muslim untuk berdoa di tempat itu. Setiap doa dibacakan di tempat itu sangat diijabah atau dikabulkan. Maka disunahkan
berdoa sambil menempelkan tangan, dada dan pipi ke Multazam sesuai dengan hadis Nabi saw yang diriwayatkan sunan Ibnu Majah dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash.







Tahukah anda mengapa masjid ini dinamakan Masjidil Haram ..??


Masjidil Haram adalah sebuah masjid di kota Mekah, yang dipandang sebagai tempat tersuci bagi umat Islam. Masjid ini juga merupakan tujuan utama dalam ibadah haji. Masjid ini dibina mengelilingi Kaabah, yang menjadi arah kiblat bagi umat Islam dalam mengerjakan ibadah Solat. Masjid ini juga merupakan masjid terbesar di dunia.

Berkaitan dengan Masjidil Haram, tahukah anda mengapa masjid ini dinamakan Masjidil Haram?




Masjidil Haram dalam bahasa Arab: المسجد الحرام artinya masjid yang mempunyai tanah haram. Kenapa dinamakan tanah haram, para ulama mengatakan kerana di dalam tanah itu berlaku berbagai ketentuan yang mengharamkan kita melakukan pelbagai perkara, seperti memburu, mengangkat senjata, mematahkan tumbuhan dan seterusnya, termasuk juga haram untuk dimasuki oleh kafir.



Berikut alasan disebut tanah haram:



1. Haram Dimasuki Orang Kafir
Dasar larangan bagi orang non muslim untuk memasuki wilayah al-haram di Makkah Al-Mukarramah adalah sebuah firman Allah SWT di dalam surat At-Taubah.

"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini," (QS. At-Taubah: 28)

Kenajisan orang musyrik ini memang bukan najis 'aini, sehingga jasad orang musyrik pada dasarnya tetap suci, bahkan bekas minum mereka pun tidak najis. Namun kenajisan mereka adalah najis secara maknawi.

2. Batas Tanah Haram
Sedangkan batas tanah haram yang berlaku semua ketentuan mengenai tanah haram itu adalah batas miqat makani sebagaimana yang berlaku buat jamaah haji. Maka para batas-batas miqat itulah seorang non muslim sudah tidak boleh lagi masuk ke dalamnya.

Di sebelah timur ada Dzatu 'Irqin, yaitu batas orang yang masuk dari arah negeri Iraq. Beralih ke Selatan masih di timur ada Qarnul Manazil. Paling selatan, iaitu dari arah negeri Yaman, ada Yalamlam. Sedangkan dari arah utara, beberapa kilometer dari Kota Madinah, ada Bi'ru Ali, atau disebut juga dengan Dzil Hilaifah. Di sebelah Barat ada Juhfah atau disebut juga Rabigh. Maka kota Makkah seluruhnya tentu saja termasuk kawasan tanah haram. Artinya, orang kafir tidak boleh masuk wilayah ini.

3. Syarat Berkaitan dengan Wilayah Al-Haram
Selain tidak boleh dimasuki oleh non muslim, tanah Al-Haram di Makkah juga mempunyai ketentuan-ketentuan lainnya, antara lain:

1. Solat di wilayah Al-Haram Makkah akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda, iaitu 100,000 kali. Hal itu sebagaimana yang ditetapkan oleh Baginda Rasulullah SAW:

Dari Jabir radhiallahu'anhu sesunggunya Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Solat di masjidku, lebih utama seribu kali (berbanding) shalat di selainnya kecuali Masjidil haram. Dan sembahyang di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu (berbanding) shalat di selainnya. "(HR. Ahmad dan Ibnu Majah, no. 1406. Hadits dishahihkan oleh Al-Mundziri dan Al-Bushoiry. Al-Albany berkata:" Sanadnya shahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim, Irwaul Ghalil, 4/146).

2. Tidak ada larangan untuk melakukan solat pada bila-bila pun, bahkan termasuk pada waktu-waktu yang sebenarnya haram untuk melakukan solat. Seperti pada saat matahari terbit, terbenam atau pas di atas kepala. Nabi Muhammad SAW telah bersabda:
Daripada Jubair bin Muth'im bahawa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Wahai Bani Abdi Manaf [1], janganlah kalian melarang seoranpun yang akan thawaf (mengelilingi tujuh kali) sekitar Ka'bah, dan seorang yang akan menunaikan solat pada waktu malam atau siang , "(HR Abu Daud dan Nasa'i, dan Tirmidzi dan Ibnu Majah dan di shahihkan al-Albani).

3. Haram Membawa Senjata
Di tanah Haram Makkah, haram hukumnya membawa senjata. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahuanhu, ia berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Tidak dibenarkan bagi kalian membawa senjata [2] di Makkah," (HR Muslim).

4. Haram Menumpahkan Darah (Pembunuhan) dan Mematahkan Tumbuhan
"... .maka Sejak itu (negeri Makkah) haram dengan keharaman Allah hingga hari kiamat, duri-durinya tidak boleh dipatahkan, binatang buruannya tidak boleh di usir (diganggu), barang yang jatuh di Makkah tidak boleh diambil, kecuali untuk mencari (pemiliknya) , tumbuh-tumbuhannya tidak boleh ditebang ... .., "(HR Bukhari dan Muslim)

Seluruh umat islam diperintah untuk memalingkan wajahnya dan hatinya kearah masjidil haram di mana-mana berada, hal ini di perkuat dengan surah al-Baqarah ayat 149 dan 150. Perintah ini hampir sama darjatnya dengan perintah Allah yang lain seperti hal melakukan solat, zakat, puasa, haji sebagai wujud hati yang terikat dan ingat kepada Allah dalam segala hal duniawi ini.

Sebagaimana dalam firman Allah SWT berikut ini:
"Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan, "(QS.al-Baqarah: 149)

"Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk, "(QS.al-Baqarah: 150) [3]

Keterangan:
[1] Rasulullah mengkhususkan sabdanya ini kepada Bani Abdi Manaf kerana beliau mengetahui bahawa pemerintahan dan kekuasaan di Makkah kembali pada mereka, kerana mereka adalah pemimpin-pemimpin Makkah, dan urusan-urusan dalam haji (menjamu jemaah haji dengan memberikan minum, makanan, keselamatan) mereka yang melakukannya. (Kitab Tuhfatul Ahwadzi bi Syarh Jami Tirmizi, cetakan Daarul Fikr th 1995 M - 1415 H, hal 531 juz 3, pen).

[2] Larangan ini jika tidak ada hajat keperluan membawa senjata, jika ada hajatnya maka dibenarkan. (Syarh Shahih Muslim Imam Nawawi, hal 130-131, juz 9 jilid ke 5 cetakan Daarul fikr, pen).

[3] Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa turunnya ayat ini (S. 2: 150) sehubungan dengan peristiwa berikut: Ketika Nabi SAW memindahkan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Kaabah, kaum Musyrikin Mekah berkata: "Muhammad dibingungkan oleh agamanya. Ia memindahkan arah qiblatnya ke arah qiblat kita. Ia mengetahui bahawa jalan kita lebih benar daripada jalannya. Dan ia sudah hamir masuk agama kita. "(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari as-Suddi melalui sanad-sanadnya)